Selamat Datang di Blog LADUNI GROSIR HANDICRAFT KHAS JEMBER, Kerajinan asli Jember
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif Minimarket CRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif Minimarket CRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Jenis Produk LADUNI GROSIR HANDICRAFT ini kami jual dengan harga eceran :
Rp.450,000 ,- / satuan
(harga belum termasuk ongkos kirim)
KODE PRODUK : LGTKCNTA38
Berikut ini adalah foto produk kerajinan khas yang di produksi oleh team kreatif Minimarket CRAFT dan untuk melihat foto satu persatu siilahkan pelajari gambar di bawah ini dengan menggeser pada scroll yang tersendia.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
Untuk melihat dan mempelajari terkait dengan artikel produkanda dapat menyimak tulisan di bawah ini.


Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
Cendana, atau cendana wangi, merupakan
pohon penghasil kayu cendana
dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah,
bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum,
serta sangkur keris (warangka).
Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu
ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9.
Di Indonesia,
kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor,
meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan
pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.
Cendana
adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya.
Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena
perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat
inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.[2]
Kayu
cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat
mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan biasanya dianggap
yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat
dihargai. Sebagai gantinya sejumlah pakar aromaterapi dan parfum menggunakan
kayu cendana jenggi (Santalum
spicatum). Kedua jenis kayu ini berbeda konsentrasi bahan kimia yang
dikandungnya, dan oleh karena itu kadar harumnya pun berbeda.
Kayu
cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada
Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni,
digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda,
dan untuk menghilangkan rasa cemas.
Ciri-ciri pohon
cendana
Cendana, atau dalam
Bahasa Inggris disebut indian sandalwood, adalah pohon tropis yang tumbuh di
India dan Indonesia. Pohon ini dalam taksonomi disebut Santalum album, dan
dalam Bahasa Indonesia disebut cendana wangi. Tak heran, karena tanaman ini
menghasilkan aroma wangi yang khas dan bertahan lama.
Cendana terkenal sebagai sumber kayu
cendana. Sejak lama, spesies cendana dibudidayakan untuk diambil manfaatnya.
Kayunya harum, kuat, dan memiliki manfaat pengobatan. Tanaman kayu cendana
sendiri bisa berumur panjang, dan biasanya sudah bisa dipanen ketika mencapai
umur 40 tahun.
Habitat Pohon Cendana
Secara umum terdapat dua jenis
cendana. Yang pertama adalah Cendana Merah, dan satu lagi adalah Cendana Putih.
Cendana Merah
sendiri banyak tumbuh di daerah Asia Barat seperti Funan dan India, sementara
Cendana Putih tumbuh di Nusa Tenggara Timur, antara lain di Pulau Flores,
Solor, Alor, Sumba, Adonara, Timor, Rote, Lomblen, Pantar, dan Sabu. Namun
pohon Cendana kini cukup banyak ditemukan tumbuh di Pulau Sumba, Nusa Tenggara
Timur. Tak heran bahwa Pulau Sumba pada jaman dahulu kerap disebut juga dengan
nama Sandalwood Island. Julukan ini kemudian dibawa terus secara turun
temurun semenjak zaman Belanda hingga sekarang.
Meski kualitas
cendana putih dan merah serupa, namun keduanya memiliki kualitas yang berbeda.
Kayu Cendana Merah sendiri relatif lebih murah, namun baunya kurang harum dan
secara kualitas kurang bagus. Makanya cendana merah tidak terlalu diminati di
pasaran.
Cendana liar hidup
sebagai parasit. Ia tak dapat menghidupi diri sendiri; pohon cendana perlu
menyerap sumber makanan dari inangnya. Cendana muda tidak memiliki sistem akar
yang kuat untuk menopang kehidupannya secara mandiri. Inilah yang membuat
cendana bibit sulit dibudidayakan.
Biasanya yang
menjadi inang cendana adalah pohon Akasia, Inga, Albasia, Dalbergia,
Pongamia dan juga Alang-alang.
Karena sulit
dikembangkan, kayu cendana wangi menjadi langka. Ini membuat harganya semakin
tinggi. Sebagai gantinya, perajin menggunakan alternatif dari kayu cendana
jenggi (Santalum spicatum).
Ciri-ciri Pohon Cendana
Pohon cendana
memiliki nama ilmiah Santalum album. Secara liar ia tumbuh sebagai inang, namun
secara budidaya ia tumbuh dari stek batang.
Tanaman ini tumbuh
optimal di dataran rendah hingga 1500 meter di atas permukaan laut. Ia dapat
tumbuh di laha subur, namun dapat pula bertahan di daerah berbatu. Untuk tumbuh
maksimal, pohon cendana membutuhkan penyinaran sepanjang hari.
Pohon cendana dapat
ditumbuhkan di tanah dan pot. Apabila ingin ditanam di pot, maka diameter pot
untuk cendana harus lebih besar dari 60 cm.
Tanaman ini
membutuhkan media tanam humus dan kompos. Untuk penyiraman cukup dilakukan
sekali sehari. Untuk pemupukan dilakukan sekali sehari dengan pupuk NPK daun.
Ketinggian maksimal
cendana dapat mencapai 11 hingga 15 meter, dengan diameter batang utama
mencapai 25-30 cm.
Batang pohon
cendana berbentuk bulat, dengan kulit batang berwarna cokelat abu-abu untuk
cendana putih, dan cokelat merah untuk cendana merah. Cabang pohon cendana akan
mulai tumbuh di bagian setengah pohon.
Cabang utama pohon
cendana tumbuh sangat tidak beraturan. Bentuknya kerap kali tidak lurus, dengan
ranting tumbuh banyak. Sementara, bagian bawahnya tumbuh menggantung.
Ciri-ciri daun
pohon cendana adalah posisinya yang saling berhadap-hadapan dengan bentuk elips
hingga oval. Kedua ujung daun berbentuk lancip.
Pohon cendana dapat
tumbuh hingga mencapai 9 meter, dengan usia yang dapat bertahan hingga ratusan
tahun.
Manfaat Pohon Cendana
Kayu cendana
mempunyai bau harum yang khas. Aroma ini menjadi nilai plus, karena cenderung
awet, sehingga furnitur yang menggunakan kayu cendana biasanya memiliki aroma
yang harum. Tak hanya furnitur, kayu cendana juga digunakan untuk kerajinan,
rempah-rempah, parfum, aromaterapi, bahan dupa, tasbih, warangka keris, dan
dimanfaatkan pula sebagai obat herbal.
Pada jaman dahulu,
Raja-raja Srilanka memanfaatkan kayu cendana untuk membalsam jenazah
orang-orang terhormat.
Selain dari hal-hal
tersebut, pohon Cendana memiliki manfaat lain, khususnya untuk kesehatan. Ia
bermanfaat untuk terapi pengobatan herbal.
Cendana kerap
dimanfaatkan untuk menyembuhkan flu, sakit kulit, lemah jantung, lesu, demam,
infeksi saluran kencing, liver, sebagai antioksidan dan juga sebagai
anti-hiperglikemik.
Bagian yang
biasanya dijadikan untuk pengobatan herbal adalah bagian kayu, kulit dan minyak
Cendana.
Kayu pohon cendana
digunakan untuk aromaterapi karena memiliki efek tenang. Ia dapat berkhasiat
menenangkan, dan juga membuat pikiran menjadi lebih rileks.
Dalam terapi
Ayurveda, minyak pohon Cendana digunakan untuk menghilangkan perasaan cemas dan
khawatir.
Selain itu berbagai
usaha modern juga membuat sabun berbahan dasar minyak cendana.
Sebagai obat
herbal, pohon cendana mempunyai berbagai khasiat seperti antiradang,
antidisentri.
Cendana pun
memiliki manfaat sebagai kewanitaan. Sebagai contoh, ia berkhasiat sebagai
pembersih organ kewanitaan saat haid. Caranya, kulit cendana digiling sampai
halus lalu diseduh menggunakan air panas. Lalu, tunggu beberapa saat sampai
airnya berubah warna.
Bila airnya sudah
berubah warna, saring sampai terpisah dengan ampasnya. Minum ramuan tersebut
selama beberapa hari sampai darah haid bersih. Manfaat lain dari ramuan
tersebut apabila diminum secara rutin diyakini dapat mengharumkan organ intim
wanita.
GARANSI KEASLIAN DARI MANAGEMENT TEAM BALUNG CRAFT TENTANG BAHAN BAKU PRODUK INI BERLAKU
JIKA TERNYATA BARANG TIDAK ASLI MAKA SELAMANYA BISA DI RETUR DAN UANG KEMBALI 100%
salam
"LADUNI GROSIR HANDICRAFT"
Handicraft asli KhasJember
Handicraft asli KhasJember
0 Tanggapan:
Posting Komentar