Selamat Datang di Blog LADUNI GROSIR HANDICRAFT KHAS JEMBER, Kerajinan asli Jember
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif LADUNI GROSIR HANDICRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif LADUNI GROSIR HANDICRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Jenis Produk LADUNI GROSIR HANDICRAFT ini kami jual dengan harga eceran :
Rp.150,000 ,- / satuan
(harga belum termasuk ongkos kirim)
KODE PRODUK : LGTKDS0998
Berikut ini adalah foto produk kerajinan khas yang di produksi oleh team kreatif Minimarket CRAFT dan untuk melihat foto satu persatu siilahkan pelajari gambar di bawah ini dengan menggeser pada scroll yang tersendia.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
Untuk melihat dan mempelajari terkait dengan artikel produkanda dapat menyimak tulisan di bawah ini.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
Kayu
Dewadaru
Kayu dewadaru di
karimun jawa merupakan kayu yang paling dituakan (sepuh) atau
dikeramatkan,sejarah sunan Nyamplungan yang membawa kayu ini dari ayahnya yaitu
Sunan Gunung Muria yang dahulunya berbentuk tongkat alam ke karimun jawa.Cerita
rakyat warga karimun jawa dahulunya tongkat yang di bawa sunan nyamplungan ke
karimun jawa itu di tancapkan ke tanah sabdo pandito kata orang jawa tongkat
kayu dewadaru tumbuh layaknya pohon pada umumnya dan lama ke lamaan beranak
tunas dan tumbuh di pulau ini.Petilasan bekas pohon induk dewa daru ini masih
bisa di saksikan di area makam sang wali dan pada saat ini sudah di kurung
tembok, dawuh sang juru kunci makom, jika ada yang membawa cuilan kayu dewadaru
sedikitpun dari bahan paling sepuh ini iso ndadekke orak karuan (bisa
menjadikan malapetaka) dengan alasan tersebutlah di kurung tembok beton
cor tebal.
Kisah cerita
warga karimun jawa Kayu Dewadaru jika dibawa keluar dari kepulauan karimun jawa
di perairan laut pulau ini akan mendatangkan angin dan ombak besar sehingga
beberapa kapal yang tenggelam terombang-ambing ombak atau angin taufan,karena
sifat kayu ini mendatangkan angin dan ombak besar jika dibawa ke tengah laut
karimun jawa.”Seakan-akan kayu ini tidak mau dibawa keluar dari pulau” masih ada
saksi hidup yang mengalami kejadian ini.
Warga pulau
karimun jawa maupun warga jepara kota sendiri,bahkan ibu kandung,nenek juga pak
lek saya mengalaminya "Alhamdulillah selamat karena berhasil menemukan
kayu yang diselipkan di kemudi kapal dan dibuang ke laut,akhirnya awan yang
gelap kembali terang ,angin dan ombak yang tiba-tiba ganas mulai bersahabat
lagi,selamatlah ibu dan nenek saya.Sepenggal cerita yang memang apa adanya dari
warga pulau.
Wallhua`lam
bissawab kang mif tidak pernah mengalami hal ini,namun jika anda berkunjung ke
kepulauan karimun jawa cerita-cerita ini masih bisa ditanyakan ke warga asli
sana.
Sejak terakhir
kejadian kapal tongkol pecah terhantam badai ombak karena dibawanya kayu
dewadaru di kapal,maka para tokoh sesepuh pulau melakukan riyadhoh yang
bertujuan meredam efek negatif membawa kayu ini keluar dari pulau.Akhirnya dari
tirakat para sesepuh diwejangkan,. Jauh sebelum kejadian itu orang membawa kayu
ini yang dari area makam dengan cara ditarik dengan kapal menggunakan tali tambang
tidak dimuat di perahu penyebrangan untuk membwa kayu ini keluar dari pulau
karimun jawa.
Dengan
menggunakan kapal berpasak tiga kayu inilah sekarang para nelayan maupun warga
mantap hati membawa kayu dewadaru keluar dari pulau. Wallahua`lam bissowab.
Sejak riyadhoh
tirakat para sesepuh,ke tiga kayu ini mulai terkenal luas sebagai pasangan
campuran tiga kayu serangkai untuk tongkat,tasbih maupun aksesoris yang
merupakan kerajinan khas karimun jawa.
Ciri asi kayu
dewadaru karimun jawa adalah warna putih kekuningan-coklat kuning, makin tua
seratnya akan makin lebar. Bahan kayu walaupun lama tersimpan puluhan tahunpun
kayu luar nampak kering namun saat dibelah akan terlihat basah berminyak dan
beraroma kecut. Karakter batang dari pinggir sampai ke tengah akan berwarna
sama serasi " pinggir kuning tengahpun kuning". Bagian kayu ini ada
yang tenggelam ada yang terapung, walaupun terapung namun untuk kayu dewadaru
tua dalam bentuk tasbih gelang dan aksesoris lainnya saat sering dipakai lama
kelamaan akan tenggelam di air-keunikan kayu dewadaru.
Daun dewandaru
merupakan daun tunggal, berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung dan
pangkal yang meruncing. Daun berukuran sekitar 5 sentimeter dengan tepi daun
yang rata dan pertulangan menyirip. Bunga tunggal dengan daun pelindung kecil
berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning sedangkan benang sari dan putik
berwarna putih. Buahnya buni (bulat) dengan diameter sekitar 1,5 cm, berwarna
merah.
Bijinya kecil,
keras, berwarna coklat. Tumbuhan dewandaru tersebar di daerah Amerika Selatan
seperti Suriname, Brazil, Argentina, Urugay, dan Paraguay. Di Indonesia,
tumbuhan ini dapat ditemukan di beberapa tempat di pulau Jawa, Sumatera, dan
pulau-pulau kecil sekitarnya. Salah satu daerah yang dikenal sebagai habitat dewandaru
adalah kepulauan Karimunjawa. Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental
nuansa magisnya. Sejarah persebaran pohon dewandaru (Eugenia uniflora) hingga
ke Indonesia belum diketahui secara pasti. Kecuali berbagai mitos turun temurun
yang berkembang di masyarakat.
Mitos, Khasiat, dan Pemanfaatan. Terutama pada
masyarakat jawa, keberadaan pohon dewandaru sarat dengan mitos. Mulai dari
mitos soal asal-usulnya hingga berbagai khasiat magis sebagai kayu sakti dan
bertuah. Karenanya, kayu dewandaru kerap kali dimanfaatkan untuk membuat
aksesoris semisal tasbih, gelang, akik (batu cincin), dan kalung.
Beberapa mitos terkait pohon dan kayu
dewandaru diantaranya adalah: Kayu (batang) dewandaru (Eugenia uniflora) Kayu
(batang) dewandaru (Eugenia uniflora) yang kerap dipercaya sebagai kayu sakti
dan bertuah. Pohon dewandaru di tanam
oleh Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, setelah mendapatkannya dari
Cina. Seorang bernama dewandaru yang
menjadi rebutan antara Kurawa dan Pandawa lantaran dipercaya menjadi kunci
untuk menguasai dunia. Agar tidak dapat diperebutkan, orang ini berubah menjadi
pohon. Aroma kayu dewandaru sebagai
sarana pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kanuragan.
Dipercaya memiliki khasiat sebagai pengasihan,
menambah kharisma, dan pengusir gangguan gaib. Di balik khasiat mistis yang
dipercayai oleh sebagian masyarakat, pohon dewandaru ternyata memiliki berbagai
manfaat yang teruji secara klinis. Buah dewandaru selain mengandung air juga
mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin.
Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid.
Dengan berbagai
kandungan yang dipunyainya, dewandaru (Eugenia uniflora) dapat dimanfaatkan
sebagai peningkat kualitas astringent, mengurangi tekanan darah tinggi, penurun
kolestrol, penurun metabolisme lipid, dan antioksidan. Sepertinya kita tidak
boleh terlalu terlena dengan berbagai khasiat mistis yang dipunyai pohon
dewandaru (dan pohon ‘bertuah’ lainnya). Sebaliknya, berbagai keyakinan yang
berkembang di masyarakat tersebut hendaknya memacu kita untuk mengeksplorasi
kandungan dan khasiatnya secara klinis dan ilmiah. Bisa jadi, para pendahulu
kita mencoba memberitahu kita tentang manfaat besar suatu spesies, faktor
tingkat pemahaman dan pengetahuan lah yang kemudian merubah pesan tersebut
menjadi serangkaian kisah mistis dan magic. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan:
Plantae. Divisi: Spermatophyta. Subdivisi: Angiospermae. Famili: Myrtaceae.
Genus: Eugenia. Spesies: Eugenia uniflora.
Kayu dewadaru memang
sangat istimewa di keluarga gubugtasbeh kang miftachul ulum,
ibunda Asripah
(ibu kandung kangmif )dan paklek Marto " karimun jawa '' adik dari ibu
mewarisi potongan tongkat pendek dari Yai/kakek Paimin.
Ayah kami bapak
Darso mewariskan kayu dewadaru ke tiga anaknya Solekhan kakak pertama, dan
mbakyu ummiyati kakak perempuan anak ke dua dan kang mif sendiri. Oleh bapak
pada tahun 60an kayu ini susah dan banyak sarat cara ubtuk membawa keluar dari
pulau, namun hal ini harus diperjuangkan karena petuah para guru orang tua kami
kayu dewadaru jika sudah berhasil keluar dari pulau akan membawa banyak
manfaat.
Dan masih banyak
lagi cerita tentang kayu dewadaru ini....., silakan berkunjung langsung ke
gubugtasbeh untik berbagi info dan pengalaman.
Sumber sesepuh mengatakan kayu dewadaru cocok untuk :
Ber-tasbeh
sebagai alat bantu wirid lelaku/tirakatan
Cocok juga untuk
pedagang sebagai piranti mahabbah,penglaris
Juga dibakar
seperti dupa untuk menarik benda pusaka bagi para ahlinya.
Rendaman kayu
dewadaru di air sumber bila diminum dengan ijin Allah bisa untuk pengobatan
juga penetralisir racun atau bisa hewan berbisa,juga berguna menyembuhkan orang
kesurupan.
Bahkan limbah
atau rendaman kayu ini digunakan untuk tinta wifiq atau rajah bagi ahli
supranatural
Juga mempunyai
fadhilah meningkatkan keberanian nyali atau meningkatkan rasa percaya diri
Biasanya kayu
dewadaru dari pohon tua ratusan tahun yang mempunyai energi lebih dibanding
dewadaru yang muda dan kayu dewadaru tua cenderung tenggelam di air mirip setigi
“untuk kualitas dewadaru terbaik” Karakter kayunya yang berserat. Dalam bentuk
media tasbih dewadaru biasa dilengkapi dengan usapan wangi-wangian seperti
minyak cendana,misik maupun gaharu dan sejenisnya.Kayu dewadaru walaupun
tertimbun tanah puluhan tahun akan tetap membawa gondo lengo - minyaknya
beraroma kecut atau sedikit berminyak
basah saat dibelah,berwarna coklat kuning.Pohon dewadaru tidak setiap
tahun menghasilkan kembang yang mirip bunga bakal mangga aromanya wangi
biasanya 3-5 tahun baru mengeluarkan kembang.Dewadaru bisa tumbuh dan besar
setinggi pohon jati bercabang dan berdaun mirip sirsak serta berbatang seperti
pohon nangka.
KAYU
DEWADARU
Kayu amat langka
ini dulu banyak ditemukan di pulau Karimunjawa sebelah utara Jepara, diyakini
bertuah menolak hewan buas dan ular, menyembuhkan gigitan ular berbisa dan
menjaga keselamatan. Kayu ini kurang baik dibawa dalam perjalanan berperahu
karena sifatnya mendatangkan angin taufan.
Ada 2 macam kayu
Dewandaru, yang dipercaya asli tumbuh didesa Nyamplung, konon jelmaan dari
tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus, seorang wali Kerajaan Demak. Sedangkan
Kayu Dewandaru dari Gunung Kawi, walau jenisnya lain dengan yang ada di
Karimunjawa tetapi dipercaya berkhasiat sama.
Kayu Dewandaru,
Insya Allah Berkhasiat Untuk :
- Anti daya
negatif
- Keluhuran,
kewibawaan , kemuli
daun pohon
dewadaru karimun jawa
Dewadaru karimun
jawa sangat berbeda dengan pohon dewadaru yang tumbuh di alas purwo, gunung
kawi mbah jogo malang yang juga diyakini sebagai pohon dewadaru.Dari segi fisik
batang maupun daunnya sudah sangat berbeda,dalam dunia bonsai tanaman hias
disebut sianto “SIAN TOHO” dikenal juga sebgai cermai dengan buahnya yang berasa asam yang bukan
merupakan jenis pohon dewadaru karimun jawa.Dan kayu dewadaru yang asli serta
terkenal dan banyak diburu adalah jenis kayu dewadaru yang ada di pulau sebelah
utara jepara kota yaitu Karimun Jawa 6 jam perjalanan kapal muria dari dermaga
pantai kartini.
Kayu amat langka
ini dulu banyak ditemukan di pulau Karimunjawa sebelah utara Jepara, diyakini
bertuah menolak hewan buas dan ular, menyembuhkan gigitan ular berbisa dan
menjaga keselamatan. Kayu ini kurang baik dibawa dalam perjalanan berperahu
karena sifatnya mendatangkan angin taufan.
Ada 2 macam kayu
Dewandaru, yang dipercaya asli tumbuh didesa Nyamplung, konon jelmaan dari
tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus, seorang wali Kerajaan Demak. Sedangkan
Kayu Dewandaru dari Gunung Kawi, walau jenisnya lain dengan yang ada di
Karimunjawa tetapi dipercaya berkhasiat sama.
Dewandaru
Dipercaya memiliki khasiat sebagai pengasihan, menambah kharisma, dan pengusir
gangguan gaib.
GARANSI KEASLIAN DARI MANAGEMENT TEAM BALUNG CRAFT TENTANG BAHAN BAKU PRODUK INI BERLAKU
JIKA TERNYATA BARANG TIDAK ASLI MAKA SELAMANYA BISA DI RETUR DAN UANG KEMBALI 100%
salam
"LADUNI GROSIR HANDICRAFT"
Handicraft asli KhasJember
Handicraft asli KhasJember
0 Tanggapan:
Posting Komentar